Suatu Malam di Loji Gandrung, Kesaksian untuk Jokowi

Suatu Malam di Loji Gandrung, Kesaksian untuk Jokowi

Solo merupakan salah satu basis ormas radikal terbesar di Jawa, namun selama kepemimpinan Pak Jokowi bisa relatif adem ayem. Bahkan beliau terpilih di Periode kedua dengan keunggulan mencapai 90% lebih.

Menjadi sangat menarik ketika ada kesempatan untuk mengunjungi Walikota Solo yang terkenal dekat dengan masyarakat semua lapisan.

Tahun 2012 awal, saya bersama Hassanudin Ali (CEO Alvara Research) dan seorang teman dari PKS, sowan ke Loji Gandrung sebutan untuk Rumah Dinas Walikota Solo. Sehabis sholat maghrib kami segera gegas, kemudian masuk dan diterima sama ajudan beliau.

“Sekedap nggih Mas, bapak lagi ngaji”, sambut ajudan saat kami sampai.

Kami duduk menunggu di ruang tamu sembari aku utak-atik hape beresin urusan bisnis. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 wib, datang ajudan memberitahu kalau beliau sekalian meneruskan sholat isya’.

Tentu kami dengan senang hati menunggu hingga kemudian tanpa terasa waktu menunjukkan 20.30 wib, ajudan kembali datang.

“Mas maaf bapak tadi lama karena sekalian ngaji, dan dilanjut menerima rombongan ulama dari beberapa daerah, sebentar lagi keluar”. Kata ajudannya.

Saya senang mendengarnya, ternyata masih banyak pejabat yang mau ngaji dan dekat dengan ulama. Dan menurut salah satu teman karibnya, beliaulah yang “menghidupkan” kembali kegiatan-kegiatan NU di Solo.

Testimoni tentang keislaman Pak Jokowi mulai banyak bermunculan di sosial media, bahkan oleh beberapa ulama, maka tak ada salahnya saya ikut menuliskan pengalaman pribadi ini.

Saya mengetahui benar kedekatan beliau dengan para ulama moderat dari golongan Ahlussunnah wal jama’ah (aswaja), dan kedekatan ini tidak hanya saat beliau menjadi Presiden.

Catatan pribadi.

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.