Sudut Pandang

Posted on November 25, 2011

sudut_pandang

Sudut pandang, perspective, worldview.

Mengapa nomor 13 dianggap sial disini, sehingga hotelpun tanpa lantai 13, sedangkan di China tidak ada lantai 4 karena dianggap sial? Mana yang lebih sial: 13 atau 4? Mengapa ada yang tidak makan daging sapi, ada yang tidak makan daging babi, ada yang tidak makan burung dara, ada yang tidak makan daging katak, sementara yang lain justru menganggap itu makanan paling lezat? Siapa yang salah? Siapa yang benar?

Setiap orang mempunya latar belakang, pemahaman, dan kepercayaan yang berbeda, hal ini membentuk bagaimana kita “memandang” dunia ini. Ada yang menganggap menggugurkan kandungan adalah dosa, walaupun tahu bahwa kalaupun lahir anak tersebut akan cacat dan jiwa sang ibu terancam. Ada yang menganggap lebih baik “bunuh diri” dari pada kesakitan yang tidak dapat diringankan walaupun memakai morfin karena cancer yang sudah stadium empat dan tidak punya harapan sama sekali, ada yang menganggap “euthanasia” itu tetap adalah “dosa”. Kita semua berbeda karena sudut pandang kita beda.

“Worldview” (cara melihat dunia) kita berbeda, sudut pandang kita lain, perspective kita tidak sama. Kita semua berbeda. Anak seorang dokter gigi dengan sendirinya sejak kecil menganggap profesi sang ayah luar biasa, dan menjadi panutannya, sehingga banyak yang mengikuti jejak sang ayah. Kesamaan profesi anak ayah adalah karena dua hal, penularan dari sisi kemampuan (anak pedagang tiap hari melihat orangtuanya berbisnis), dan dari sudut pandang (anak pedagang menganggap menjadi pedagang itu sebuah pekerjaan asik yang keren).

Orang tua menganggap anak muda dengan memakai 5 anting-anting di telinga bibir hidung lidah adalah sebuah hal yang memalukan, sementara anak muda menganggapnya “cool”, keren. Ada yang menganggap facebook adalah sarana belajar yang berguna, ada yang menganggap pemborosan waktu sia-sia, dan ada yang menganggap ini “dosa”.

Apa “worldview” anda? Kalau anda menganggap “kerja” adalah sebuah “kewajiban”, tentu akan berbeda dengan kalau anda menganggap “kerja” itu “kenikmatan”. Sikap anda akan beda, cara berpikir akan beda, semangat akan beda, dan hasil kerja akan beda.

Apakah anda menganggap kegagalan sebagai hukuman, ataukan sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih baik? Apakah anda menganggap seluruh hidup anda adalah sebuah kepedihan, luka, dan malapetaka? Ataukah anda menganggap ini adalah anugerah, berkah, dan tantangan untuk menjadi manusia lebih baik? Sebuah sudut pandang yang tepat akan membuat anda menjadi mau bekerja lebih keras, merasa lebih bahagia, dan bersikap optimistik terhadap apapun yang kita lakukan.

Sering kita terbelengu pada worldview yang salah, dan tidak mampu melepaskan diri, karena kita menganggap apa yang kita yakini adalah satu-satunya kebenaran yang ada. Sebuah pemahaman dan kesadaran akan hal ini, dan sebuah keberanian untuk melakukan terobosan, dan memilih “worldview” mana yang paling berguna, akan membuat kita mampu menjadi lebih baik dalam hidup ini. Apa worldview anda terhadap kerja, dan kehidupan? Bukankah sudah waktunya membentuk worldview yang menguntungkan anda?

Salam Kreatif.


1 Reply to "Sudut Pandang"

  • suryaden
    November 25, 2011 (2:50 pm)
    Reply

    tergantung, dimana hidupnya


Got something to say?


three + = 11

Some html is OK