Sugiman, Sersan Kepala yang Pengusaha Warteg

Perjalanan ke Semarang membawaku bertemu tanpa sengaja dengan Pak Sugiman, tentara berpangkat Sersan Kepala yang sedang cuti dari tugas PBB di Mali. Obrolan kami berkutat dari mulai kondisi bangsa hingga tugas-tugasnya selama di Mali. Dengan ramah beliau menceritakan tentang kejadian-kejadian mengerikan seperti terjadinya Bom yang meledak hampir tiap hari dan juga Bom Bunuh Diri.

Obrolan semakin menarik saat beliau menceritakan usaha Warung Tegal (Warteg) yang dirintisnya sejak tahun 1997, dengan 2 warung yang dimilikinya beliau bisa memiliki pendapatan jauh dari gajinya sebagai tentara. Menakjubkan!.

Dengan semangat Pak Sugiman menceritakan suka duka membuka warteg, dari mulai dikejar pajak hingga mengejar para penghutang makanan di warungnya :). Pak Sugiman yang berasal dari Brebes ini mengaku tidak gengsi sama sekali dengan usaha warung ini, baginya selama masih bisa mendapatkan hasil yang halal maka itu sangat membahagiakan. Pendapatan perbulan yang didapatkan oleh beliau buat saya fantastis, sayangnya beliau tidak bersedia menceritakan secara detail jumlah pendapatannya dengan alasan tertentu.

Dalam usianya yang ke 43, Pak Sugiman bertekad untuk terus mengembangkan usaha warungnya sebesar mungkin. “Karena saya ingin menyekolahkan anak saya ke luar negeri Mas”, demikian alasan dari tetangga Mas Prie GS ini.

Sebuah tekad serta inspirasi yang sungguh menarik untuk ditiru, terutama bagi generasi muda. Bahwa seperti apapun profesi, tidak perlu gengsi untuk mencari tambahan pendapatan (usaha) yang halal.

Pak Sugiman juga menceritakan usahanya menjadi tentara tanpa mengandalkan orang lain dalam bentuk apapun, dan terus dijadikan prinsip ketika mengembangkan usaha warungnya. Bahkan beliau sangat tidak suka dengan warung-warung yang suka main “tembak harga” kepada pelanggan. “Orang itu bisa niteni (menghafal) tempat-tempat yang pernah mengecewakannya”, kata Pak Sugiman.

Maka dengan prinsip itu, warungnya pun memiliki pelanggan yang banyak, bahkan sering tanpa diduga kedapatan pengunjung yang membludak. Sebuah teladan yang sangat baik, semoga prinsip-prinsip seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang siapapun adanya.

Undangan untuk bertemu dengan beberapa klien ini membawa berkah luar biasa, saya bisa bertemu dengan sosok inspiratif dan rendah hati. Semoga saya bisa menirunya. Untuk teman-teman yang ingin tahu lokasi warung Tegalnya, ada di Bandara A Yani Semarang terletak di ujung timur deretan warung-warung Bandara. Dengan nama Warteg Rejeki Barokah.

Salam Kreatif

1 comment found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.