TED – Harvard Baru

TED Talks

Apa kesamaan dari: Richard Branson, Malcolm Gladwell, Bill Clinton, Bill Gates, Antony Robbins, Elizabeth Gilbert, Ken Robinson, Julia Sweeney, Barry Schwarts, Chris Anderson? Mereka sama-sama menjadi pembicara di TED, semua tidak di bayar untuk bicara, dan semuanya dapat anda lihat gratis di youtube.com atau ted.com.

Mulai dua tahun yang lalu, video klip terbanyak yang saya lihat di internet, lebih dari 50%, adalah clip video dari TED. Ted merevolusi dunia dengan memberikan pembicara terbaik dunia pada konferensinya, merekamnya, dan berbagi secara gratis kepada dunia. Cobalah masuk pada youtube.com dan cari di dalamnya dengan ted.com, dan akan anda dapatkan ratusan clips sepanjang 20 menitan yang kwalitasnya super luar biasa.

TED adalah pertemuan beberapa hari di California selama beberapa hari dari para orang hebat, mulai selebrity, pemusik, olahragawan, politikus, dan segala model pemikir dunia yang berbagi secara gratis (mereka tidak dibayar), dalam pertemuan yang paling eksklusif (kita harus bayar 6000 usd untuk ikut, dan telah penuh 2 tahun kedepan), yang akan disiarkan gratis kepada dunia di ted.com.

Kesulitan terbesar untuk pendengar adalah koneksi internet yang lambat dan bahasa Inggris. Ted telah memulai project translation, dan nantinya saya yakin ada dalam bahasa Indonesianya. Dan mulai juga memberikan “Franchise” keseluruh dunia (saya kira sudah ada Ted Indonesia) untuk membuat acara TEDx sebagai acara berbagi. Franchisenya Gratis juga. Dan TED memang telah diubah oleh Boss-nya Chris Anderson, menjadi organisasi Non-Profit.

Ada sebuah judul tulisan yang provokatip: How TED became the NEW HARVARD pada artikel majalah Fast Company terbaru (September 2010). Inilah model pendidikan yang luar biasa, dimana semua orang hebat berbagi dalam 18 menit (semua TED talks dibatasi 18 menit saja). Lecture dari Pemikir terhebat dunia. Sebagai simbol model pendidikan paling hebat didunia Harvard, nah sekarang pada dunia gratis dunia internet, semuanya berubah. http://www.fastcompany.com/magazine/148/how-ted-became-the-new-harvard.html

Saya sedang berpikir bahwa ” Barang terpenting, terindah, terhebat didunia ini kebanyakan gratis.” Bahwa kebutuhan terbesar manusia adalah berhubungan dengan orang lain dan belajar sesuatu yang baru. TED.com memberikan ini, belajar dari orang terbaik, saling berbungan, dan gratis.

Saya sedang membenamkan diri dalam executive education di Stanford, mengambil Strategic Marketing Management, membayar mahal sekali untuk 10 hari pendidikan. Sedang berpikir antara beda beaya pendidikan dan cara pendidikan. Mencoba berpikir juga apa yang dapat kita lakukkan berbeda untuk membuat sistem pendidikan menjadi lebih baik, dan murah.

Kemarin malam, pada acara makan malam, didatangkanlah Randi Zuckerberg (adik CEO Facebook Mark), dengan team Marketing Facebook. 500 juta orang telah berfacebook, dan facebook adalah sebuah website gratis untuk konek dan berkomunikasi dengan orang lain. Model infrastuktur kehidupan kita telah berubah, cara kita belajar juga berubah. Anak kita lain dengan kita, apa yang penting dan menguntungkan dalam kehidupan ini juga berubah. Bagaimana kita harus belajar menghadapinya?

Salam

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.