Kika Syafii

Terus Merasa Bodoh dan Menolak Tua

Waspadai Media-media Pengguna Teknik Memelintir Berita

Beberapa waktu yang lalu, saya menuliskan anjuran agar tidak mudah terjebak masuk ke dalam artikel-artikel yang berisi fitnah. Disana saya tuliskan dimana media-media menjual psikologi ketakutan untuk mendulang klik dan mendapatkan dollar dari pengunjungnya. Ada teknik lain untuk mengundang pembaca dan memproduksi berita yaitu teknik memelintir berita. Dengan teknik memelintir (spinning) dalam membuat berita, media-blog-situs mampu membuat berita yang sebenarnya sumbernya sama dan hanya sedikit namun bisa berubah menjadi berita yang banyak bahkan bombastis. Teknik ini sebenarnya teknik para blogger dalam mengolah tulisannya.

Teknik pelintiran ini merupakan bagian dari teknik untuk meningkatkan SEO (search engine optimization) dengan membuat konten unik agar mesin pencari mudah mengenalinya sebagai konten yang baru. Teknik ini dilakukan dengan mengganti atau menambahi kata-kata atau bahkan kalimat panjang dari sumber kalimat awal. Fungsi lain dari teknik pelintiran ini agar mesin pencari tidak “menghukum” situs maupun blog yang menuliskan hal sama (konten duplikasi) dengan situs lain.

Sungguh sangat disayangkan. Belakangan ini media-media melalui blog maupun situs webnya mulai banyak menggunakan teknik ini namun jauh dari fungsi utamanya. Yang dilakukan mengubah berita utama yang sebenarnya dan di plintir sedemikian rupa hanya demi kepentingan kelompoknya, ada yang mengatasnamakan agama dan juga politik, bukan lagi untuk memperbanyak konten positif.

Mari kita lihat satu contoh pelintiran berita yang banyak beredar:

Berita tentang pencabutan 3000 lebih perda (peraturan daerah) di seluruh wilayah Indonesia yang aslinya adalah “Mencabut perda yang menghambat percepatan ekonomi” berubah menjadi “Pencabutan Perda syariah”.

Lihat gambar dibawah ini:

Berita-Resmi-Pemerintah

Berita-Resmi-Pemerintah

Mendagri telah merilis berita resmi bahwa “Tidak Ada Perda Bernuansa Islam Dihapus”. Tautan asli ada di http://www.kemendagri.go.id/news/2016/06/15/mendagri-tidak-ada-perda-bernuansa-islam-dihapus. Ini jelas mengabarkan bahwa pemerintah pusat tidak menghapus satu pun perda bernuansa islam. Namun oleh sebagian kelompok pemberitaan ini di plintir dan berubah menjadi seperti dibawah ini:

Berita-Plintiran

Berita-Plintiran

Portal Piyungan memulai berita melalui kalimat berita utama dengan benar, namun perlahan langsung dimasuki tulisan plintiran secara halus. Melalui kalimat perda yang berisi anjuran moralitas, situs web ini menarik perhatian pembaca dan perlahan pembaca diarahkan sesuai kemauan mereka. Dan bila dibaca secara lengkap beritanya maka pemberitaan atau berita aslinya sudah berubah total, piyungan dengan jitu dan halus memperlebar berita hingga berita aslinya menghilang. Pada akhirnya berita tersebut langsung mengarah bahwa “Pemerintah mencabut perda bernuansa islam”.

Ada yang lebih menyedihkan lagi, dengan mengatasnamakan Islam, situs web Sharia langsung berusaha menghakimi pemerintah dengan teknik memelintir berita serta menambahkan teknik psikologi keingintahuan (seolah-olah bertanya), dan memanfaatkan kebencian orang-orang anti Jokowi. Percobaan Fitnah atas nama Islam, sebagai orang Islam saya tidak mensepakati tindakan seperti ini.

Lihat gambar:

Berita-Plintiran-Sharia

Berita-Plintiran-Sharia

Ada juga media yang langsung memelintir berita dengan mengaitkan teori konspirasi anti islam. Sungguh sebuah pemikiran yang hanya berasal dari rasa inferior diri sendiri terhadap kaum lain. Dan ironisnya, perilaku pemberitaan seperti ini terus menerus dilakukan tidak hanya sekali dua kali.

Lihat gambar:

Berita-Plintiran-FokusIslam

Dan masih banyak lagi berita-berita sejenis yang berawal dari pelintiran sebuah berita, dan teknik-teknik seperti inilah yang banyak digunakan oleh banyak kelompok demi kepentingan mereka sendiri. Sekali lagi saya tuliskan;

Bagi pelaku atau pemilik media seperti ini tentu saja ada banyak keuntungan yang didapatkan, keuntungan yang bisa bermacam-macam contohnya; klik iklan yang naik, atau mungkin penurunan citra lawan politiknya. Sangat penting untuk diingat, tidak ada satu pun berita tanpa tujuan atau bahasa lebih inteleknya “Tidak ada satupun berita tanpa kepentingan“.

Anda perlu untuk membaca dengan baik, belajar memahami lebih baik lagi bahwa semua hal di dunia ini berbau kepentingan. Bahkan beribadah pun memiliki kepentingan kepada Tuhan. Waspada dengan hal-hal seperti ini, sangat disayangkan bila tanpa sadar sudah ikut menyebarkan fitnah sehingga berujung dosa tanpa mampu dihapus. Para pemilik media-blog-situs yang seperti ini tidak peduli bisa membuat kehancuran sekalipun, mereka hanya peduli dengan raupan rupiah atau dollar yang masuk ke dalam kantong mereka.

Media-blog-situs pelintir yang seperti ini beredar tak beraturan, bisa muncul kapan saja di halaman sosial media kita tanpa dicari. Bahkan Kompas memberitakan ada banyak situs-situs radikal yang berhasil meraup keuntungan hingga mencapai 6 juta perhari. Situs-situs yang menjual islam serta mengedepankan kepentingannya untuk mendapatkan keuntungan besar. Situs-situs ini juga banyak menggunakan teknik plintiran dan teknik psikologi untuk memuaskan prasangka yang sudah mereka tanam setiap harinya di kepala para pembacanya.

Teknik pelintiran ini memang berhasil menghasilkan jutaan rupiah setiap hari bagi media-blog-situs yang menggunakannya dengan cerdik serta memahami kebutuhan pembacanya. Banyak pemilik blog-media-situs memelintir dan memberitakan berita-berita yang jauh dari kebenaran namun menjadi terasa benar karena kepandaian penulisnya dalam merangkai berita.

Lihat gambar:

Contoh Teknik Nyepam

Gambar diambil dari beranda FB.

Kita bisa melihat banyak situs yang memberitakan tentang Tips Kesehatan namun tidak jelas data serta bukti medisnya. Banyak juga berita tentang peperangan dari Negeri Timur Tengah yang dibawa ke Indonesia dengan berbagai macam penambahan bahkan pemutarbalikan fakta. Ada banyak juga berita tentang kejadian-kejadian berulang yang terus dikemas ulang, diutak atik sedikit menyesuaikan waktu seperti berita tentang berapa jumlah shalat tarawih, penghormatan puasa, valentine day, ucapan natal dan seterusnya. Dan banyak lagi!.

Kita hanya bisa mendoakan karena kita tidak bisa memaksa mereka yang sedang mencari uang untuk keberlangsungan hidup kelompok maupun pribadinya berubah serta berhenti memelintir berita, namun kita bisa mengubah daya baca (nalar), memperbaiki kemampuan kroscek (tabayyun) dan berhenti menyebarkan berita yang kita tidak tahu secara pasti kebenarannya.

Silahkan baca lebih lengkap di tulisan saya sebelumnya bagaimana menghindari dosa yang berawal dari fitnah-fitnah seperti ini di http://www.kikasyafii.com/baca-ini-agar-terhindar-dari-dosa-multilevel-marketing-media-online/.

Bayangkan, bila dalam 1 hari kita termakan berita plintiran. Maka dalam setahun kita akan memakan 366 hari berita plintiran. Dan itu artinya otak, pikiran serta mental kita sudah terplintir melebihi 360 derajat. Bagaimana kalau dalam 10 tahun? Capek nggak mikir jelek sebegitu lama?.

Salam kreatif

7 Discussions on
“Waspadai Media-media Pengguna Teknik Memelintir Berita”

Leave A Comment

Your email address will not be published.