Tile Based Game

Tile-Based Game Bagian 1

Seri Game Development kali ini merupakan pengantar sebelum kita langsung membuat sebuah game kecil. Saya sudah menyiapkan ide dan membuatnya. Meski sangat sederhana tapi game yang kita buat bersifat real time dan multiplayer, dibuat dari nol insya Allah selesai dalam 2 jam saja, menarik khan. Kita akan membuat sebuah Tile-Based Game. Kita mulai dari konsep dasarnya dulu.

Tile-Based Game

TBS adalah jenis game yang konsep grafikanya terdiri dari untaian 2 dimensi komponen-komponen grafis kecil, seperti ubin di lantai rumah kita. TBS adalah konsep game lama, terutama karena dahulu teknologi game belum mencapai 3D. Namun, sampai sekarang game TBS masih banyak digemari. Contohnya adalah game Pokemon yang bahkan terbit sampai lebih dari 5 seri di platform Game Boy Advance.

Figure 1 ScreenShot Pokemon Saphire

Bisa kita amati sebenarnya game di atas terdiri dari untaian komponen grafika yang diulang-ulang. 1 petak komponen berukuran 1 rumput pada screen shot di atas. Animasi biasanya merupakan image-switching dari beberapa grafika juga. Contohnya si karakter utama, ketika berjalan sebenarnya switching dari set image si karakter, misalnya sebagai berikut

Figure 2 Character Image Set

Grafika mana yang dipakai bergantung tombol apa (arah berjalan mana) yang ditekan pemain. Untuk komponen statis (termasuk map), juga menggukan image set, contohnya sebagai berikut

Figure 3 Map Image Set

Masing-masing komponen grafika memiliki nilai representasi untuk membuat map dinamis pada game world. Misalnya bila karakter ‘#’ merepresentasikan rumput, ‘P’ pemain dan ‘D’ pintu, maka map

######
####PD
######

akan dirender sebagai sebuah padang rumput yang di tengah-tengahnya terdapat si pemain dan pintu.

Misalkan pemain membuka pintu dan pintu yang tadinya tertutup menjadi terbuka, maka nilai ‘D’ akan diganti dengan nilai yang merepresentasikan grafika pintu terbuka, misalkan ‘O’, menjadi sebagai berikut:

######
####PD
######

kemudian map kembali dirender seluruhnya.

Tiap-tiap nilai map memiliki atribut. Pada contoh di atas misalkan, ‘#’ dan ‘O’ memiliki atribut walkable=true sedangkan ‘D’ memiliki atribut walkable=false. Walkable yang bernilai true artinya dapat dilintasi oleh karakter pemain (dapat berubah menjadi ‘P’) dan bila false sebaliknya.

Tiap-tiap nilai map juga memiliki action value. Masih pada contoh di atas, ‘D’ memiliki action value apabila ‘P’ ada di sampingnya dan pemain menekan tombol aksi (buka pintu), maka ‘D’ akan berubah menjadi ‘O’.

Begitulah kurang lebih konsep dasar Tile-Based Game. Pada artikel selanjutnya, kita akan mengaplikasikan konsep ini, langsung mengejawantahkannya ke dalam codes. Stay tune.

1 comment found

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.