business plan

Tinggalkan (Saja) Business Plan

Sebagai pebisnis, tentu saja punya keinginan untuk memiliki sebuah rencana bisnis yang sempurna dan berjalan dengan hebat. Sangat mungkin ketidakpuasan muncul dengan business plan yang sudah dirancang, kemudian berkelanjutan dengan berusaha terus mengubah dan menjadikannya paling sempurna diantara yang lainnya.

William Hsu mengatakan; Karir sebagai pebisnis / pengusaha adalah karir bagi orang-orang yang tidak normal. Jadi bila kita masih berusaha menempatkan business plan sedemikian rupa agar bisa meyakinkan diri sendiri untuk memulai bisnis tersebut, maka kita sudah membuang waktu.

Apapun ide yang ada, business model dengan revenue model apapun bisa gagal, bisa tidak berjalan dengan baik, bahkan bisa hancur lebur karena tidak diminati oleh pengguna. Maka, sangat tidak bijak membuang waktu bila kita terlena ke dalam putaran-putaran pikiran dalam mencari business plan paling hebat atau paling sempurna. Itu hanya akan membawa kita ke dalam jurang ketakutan untuk segera memulai.

Faktor terpenting dalam memulai sebuah usaha atau menciptakan produk adalah membuat sketsa bagaimana pembeli / pengguna akan membeli atau menggunakan produk kita, kemudian segera eksekusi.

Mari kita pikirkan hal-hal dibawah ini;

1. Siapa Penggunanya?

Siapkan produk dengan kejelasan pengguna, siapa saja yang nantinya akan menggunakan produk ini, siapa saja kiranya yang akan banyak memberi masukan akan kegunaan produk ini.

Lupakan dulu tentang teknis yang rumit, tinggalkan dulu perencanaan-perencanaan yang tanpa sengaja membawa bisnis model yang sudah dimiliki menjadi entah berantah. Tidak perlu untuk berpikir muluk akan “seperti apa nanti jadinya” produk yang sedang dibangun.

Kita butuh lebih cepat, karena waktu bisa membunuh produk dan bisnis model yang sedang kita bangun. Yakinlah bahwa 10 dari 100 orang memiliki pikiran yang sama. Jangan biarkan diri kita sendiri terbuai dengan kemegahan perencanaan yang pada akhirnya tidak membawa kaki kita kemanapun.

2. Lakukan Segera, Lupakan Kesempurnaan

Semakin banyak hipotesa tentang pasar / pengguna memang bagus. Namun Anda juga harus ingat satu hal, bahwa semua itu bisa saja salah. Pasar adalah sesuatu yang majemuk, berbagai kemauan dan kebutuhan berada disana.

Steve Jobs yang Visioner, dan tidak memiliki kemampuan teknis yang hebat seperti halnya programmer yang merancang design produknya. Butuh untuk mengenal pasar terlebih dahulu (Market Test) sebelum benar-benar meluncurkan produknya. Baru kemudian sembari terus berjalan, penyempurnaan produknya pun berjalan.

3. Pikirkan Visi, Sedikit Rencana

Banyak pengusaha yang memiliki presentasi slide yang sempurna, rencana bisnis yang sempurna, dan model keuangan yang sempurna. Mereka berpikir memulai bisnis adalah memiliki rencana bisnis. Tapi menjadi seorang entrepreneur adalah tentang menciptakan masa depan satu langkah pada satu waktu.

Bila Anda memiliki tim untuk membangun sebuah produk, letakkan semua rencana serta ide yang dimiliki dalam sebuah layar papan tulis atau selembar kertas. Jadikan satu dan buatlah semua setuju untuk menjadikannya itu terlebih dahulu.

Dan Visi, adalah penyambung produk Anda menuju masa depan. Masukkan sedikit visi ke dalam lembar penyatuan, tidak perlu memasukkan visi hingga berlembar-lembar. Perbanyaklah waktu untuk mengerti kebutuhan pengguna / pembeli / pelanggan produk Anda. Banyak-banyak berbicara dengan mereka akan membantu memperbaiki visi Anda dari waktu ke waktu.

“Bila Anda berhati-hati dalam menyempurnakan rencana bisnis (business plan) sehingga menghabiskan banyak waktu, maka lebih baik tinggalkan saja business plan tersebut”. – William Hsu; eBay.

Salam Sukses.

[xyz-ihs snippet=”720x90Banner”]

1 thought on “Tinggalkan (Saja) Business Plan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *