Nasionalisme Film Hasduk Berpola

Film Hasduk Berpola

Gara-gara sidang paripurna DPR/MPR yang lupa untuk memperdengarkan dan melantunkan lagu Indonesia Raya, seorang penulis terpicu untuk menulis sebuah cerpen tentang betapa mudahnya orang Indonesia ini melupakan sejarah, bahkan dengan lagu kebangsaan bangsa sendiri. Dimana kebanggaan? Begitu pikirnya. Akhirnya terciptalah Film Hasduk Berpola.

Continue Reading

Perilaku Kecil Orang Besar

How to Drive Value Your Way

Sedikit orang berhasil mendapatkan lebih banyak dari yang dilakukan oleh sebagian besar orang lain, bahkan mungkin sangat lebih banyak. Anda tentu bisa menyebutkan beberapa orang yang sudah menjadi Business Trend Set di Indonesia. Sebutlah ada Hermawan Kertajaya, Bob Sadino, Tanadi Santoso dan banyak lagi.

Continue Reading

Puisi dan Musik, Nanoq Da Kansas

Nanoq Da Kansas

Seperti angin, aku ingin bernyanyi ke setiap hati yang terluka
Seperti angin, aku ingin menyapa ke setiap luka yang akan datang
Seperti teratai, aku ingin tengadah berdiri di atas rumput
Menjadi warna dunia.

Semesta, mengajakku berdoa
Semesta, membawaku ke ibu

Seperti angin, aku ingin mengisi dunia

Puisi oleh Nanoq Da Kansas

—–|| (lebih…)

Continue Reading

Bisnis itu Senang-senang Bukan Tegang

Parjo pulang dari kantornya jam 24.00 wib, setibanya di rumah dia langsung membuka kembali laptopnya dan kembali bekerja. Esok hari masih banyak hal yang harus diselesaikan. Parjo memiliki argumentasi dalam setiap harinya, bahwa dia butuh menginvestasikan waktunya dengan membangun karir usaha setinggi-tingginya. Maka dia tidak pernah sedikitpun melalaikan waktunya untuk bekerja keras membangun karir usahanya.  (lebih…)

Continue Reading

Dialog Imajiner Foke dan Ahli Tata Kota dari Jerman

Menyikapi banjir yang melanda di Jakarta tahun ini, di sela-sela menyiapkan segala bantuan yang bisa saya lakukan dan standby di setiap kemungkinan, tiba-tiba saya diberitahu oleh teman saya, yang bernama Imajinasi.

Dia bilang, mending kamu nulis saja, untuk membuang pikiran negatif yang muncul karena bergentayangannya Bendera Partai, Bendera/Spanduk Lembaga-lembaga Sosial yang demonstratif berdagang, Bendera Calon Gubernur yang terlihat tersenyum meski diletakkan di dekat pengungsi yang sedang menderita dan banyak lagi. (lebih…)

Continue Reading

An Englishman in Jakarta

Persis di pukul 20.30 WIB bertepatan tanggal 15 – 12 – 2012, Matthew Gordon Thomas Sumner alias STING menghentak Mata Elang Indoor Stadion dengan “If I ever Lose My Faith In You” dengan sebelumnya sapaan “selamat malam Jakarta” meluncur darinya. Pertunjukan Sting yang kedua kali setelah 18 tahun yang lalu ini pun dimulai.

Continue Reading

Anak Kecil dan Sepeda (Pola Pikir Desain)

“Papa, aku ingin sepeda itu”, seru seorang anak kecil yang melihat sepeda mini berwarna hijau kepada Papanya.

Kejadian sederhana yang menarik serta memikat mata saya untuk mengamati kegiatan Bapak dan Anak tersebut di sudut sebuah pertokoan. Sang Anak yang terus memperhatikan dan lincah bermain di sekitar Sepeda itu sesekali menggandeng Ayahnya, sementara sang Ayah terlihat lebih fokus untuk melihat tingkat keawetan sepeda serta harganya tanpa menggunakan pola pikir desain yang lebih jauh.

Pernahkah kita terpikir untuk “sedikit” berpikir melebar atau “sedikit” lebih luas dalam menanggapi keinginan seorang anak?. Dalam sedikit cerita di atas, kita tahu bahwa dunia anak sangat berbeda dengan dunia orang dewasa. Seorang anak tentu menanggapi semuanya dengan pikiran kecil dan senang-senangnya. Dia tidak akan peduli dengan apa yang dipikirkan orang sekitarnya, karena memang perkembangan otak pikirnya sedang dalam proses pembangunan. Terbangun dari filterisasi apapun yang ada di sekitarnya.

Pernahkah kita mengajak anak kita berdiskusi tentang benda yang sedang disukainya? Tentang Sepeda misalnya. Ada baiknya bila kita tidak sekedar fokus dengan Sepeda tersebut hanya karena kita berpikir sedang kantong kering atau merasa mahal atau bahkan jelek dan tidak cocok buat anak. Ada banyak hal (cara) untuk membuatnya dia tahu akan banyaknya komponen yang membentuk benda-benda di sekitar kita.

Mari kita coba bangun daya imajinasi anak-anak, menggunakan pola pikir desain. Bila dia menginginkan Sepeda, coba bantu dia untuk membayangkan bagaimana sebuah sepeda itu bisa terbentuk. Dari mulai penyusunan kerangka, pembuatan roda dan ban hingga bagaimana sepeda bisa melaju kencang. Dengan membantunya mengerti akan banyak hal, anak-anak akan terbiasa untuk membentuk desain pikiran dalam otaknya. Ajak anak-anak untuk memahami pula kesenangan dan resikonya. Ini untuk membuat anak menjadi paham tiada kesenangan tanpa resiko.

Membentuk Pola Pikir Desain, perlu dikembangkan sejak dini (kecil) sedini mungkin. Itu yang membuat anak-anak bertambah imajinasinya untuk mengeksplorasi banyak hal. Bagaimana dengan fokus anak yang mudah berubah? Tidak perlu khawatir. Hampir setiap benda atau hal memiliki alur yang sama dalam proses pembentukannya. Kita tetap bisa memberikan arah pikir yang intens dan fokus dalam memunculkan ide hingga proses pembuatannya, hasil akhir adalah proses dari pola pikir desain itu sendiri.

Menggunakan sesuatu yang mudah dijumpai untuk edukasi anak-anak kita, tentu akan lebih mudah karena fase anak-anak selalu dipenuhi fase visual. Jadi, tidak perlu takut lagi anak kita akan menangis karena kita menolak membelikannya sepeda dan no over promise.

Salam Kreatif.

Continue Reading

Sosial adalah Pekerjaan

Sekoci Penyelamat
Gambar dari Google – Titanic lifeboat

Sekoci penyelamat.

Sebuah kapal raksasa karam ditengah lautan. Ribuan orang masuk ke laut. Puluhan kapal sekoci berisi penumpang dan bahan makanan sempat diluncurkan. Masih banyak yang tertinggal di laut, naik diatas papan marangkul barang seadanya. Banyak yang telah tewas.

Terjadi percakapan antara Ujang dan Bujang di atas sekoci :
“Untung kita sepuluh orang sudah naik sekoci dan membawa banyak perbekalan, saya kira kita akan selamat, perbekalan kita cukup untuk waktu lama”, Ucap Ujang.
“Eh, disana ada nenek kakek tua yang menggapai gapai, mari kita selamatkan”, Teriak Bujang tiba-tiba saja.
“Wah, nanti jadi beban, sekoci lebih susah bergerak dan mereka butuh makan, jatah kita akan berkurang.” Jawab Ujang disertai wajah sedikit merengut.
“Tapi kan mereka manusia juga. Harus kita tolong”, Bujang mencoba meyakinkan.
“Ah, kan ada sekoci lain, yang mungkin akan melihat mereka juga. Lagi pula, kita tidak tahu kita harus bertahan berapa lama. Kan sayang kalau makanan kita bagikan buat orang lain?”, Ujang masih kokoh dengan pendiriannya.

Quote :
Apakah nenek kakek itu harus kita selamatkan?

Mari merenung**
Pikirkan tentang hidup ini. Dibumi ini kita kecukupan dengan makanan dan kehidupan yang layak disertai kebahagiaan utuh sebagai manusia lengkap secara fisik, sementara diluar sana begitu banyak orang yang tidak bisa apa-apa dikarenakan hak yang terampas, lahir di rahim perempuan jalanan hingga kelaparan. Mari sedikit melihat keluar, dalam setiap harinya 16.000 anak mati kelaparan, hingga bisa diasumsikan kematian itu akan menjemput satu anak setiap lima detik dan 963 juta orang dalam posisi tidak cukup makan.

Resonansi**
Bayangkan saja Anda dan saya berada dalam sekoci itu. Dimana Bumi ini hampir karam sedangkan kita sendiri butuh untuk tetap bisa makan dan mempertahankan hidup kita. Seandainya kita menyalahkan orang yang tidak mau menolong kakek nenek itu, apa yang kiranya yang sudah kita perbuat untuk 16.000 anak yang mati kelaparan SETIAP HARI.

Essensi**
Kita menyadari sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sehari-hari, namun kita juga perlu menyadari sepenuhnya bahwa diluar sana banyak yang mati karena kebutuhannya tidak tercukupi. Lakukanlah apa saja untuk membantu mereka dari mulai hal terkecil sekalipun. Berbuat kebaikan, entah dalam bentuk apapun, mulai dari membuat taman baca menciptakan pembelajaran, sampai dengan menolong bencana alam dan memerangi kemiskinan dan kelaparan adalah tugas setiap manusia. Ikuti kegiatan sosial dari mulai tetangga sebelah hingga tempat yang jauh terbelah dan masuklah dalam organisasi sosial (minimal bertindak sosial), boleh Rotary Club, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat atau organisasi sosial lainnya. Karena sosial adalah pekerjaan.

Salam Hormat.

(Re-post)

Continue Reading

Mencari Ilmu dengan Jalan Murah

mengatasi hari buruk

Parjo terdiam, kemudian mencari bongkahan batu yang bisa digunakan untuk menempatkan pantatnya. Dia masih bingung, seminar “Membuat Desain Iklan dengan Photoshop” di kampus itu, begitu ingin diikutinya. Namun apa daya, uang sebesar 100rb sangatlah berharga buat makan sehari-harinya.

Continue Reading