Berpikir Negatif

Mari Belajar Membaca Tidak Hanya dari Judul

Apakah mungkin ini hasil dari pembelajaran fast reading atau memang dasarnya orang Indonesia yang pemalas untuk membaca? Dengan bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat baca paling rendah di dunia. Semakin kesini, semakin terasa kebodohan yang menimpa kita semua orang Indonesia. Masih hanya mengambil sesuatu yang sesuai dengan nafsu, hanya menurutkan emosi untuk kemudian merendahkan yang lain dan sejenisnya.

Entah kenapa bisa begini, yang jelas semenjak Pilpres, saya merasakan suasana panas yang tidak menyenangkan bahkan di area keluarga. Kondisi saling memaksakan, merasa paling benar sendiri, mudahnya menghujat orang lain yang tidak sependapat bahkan menghukumi neraka bagi yang tidak sepaham. Apakah mungkin ini bukti bahwa kepandaian atau kecerdasan emosional orang Indonesia sangat rendah? Yang bukan tidak mungkin saya termasuk didalamnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan surat kaleng yang ditujukan anakku dengan isi kalimat yang pedas dan tidak sepatutnya untuk anak-anak. Sudah sedemikian parahkah kebencian hingga perlu ditularkan kepada anak-anak?.

Indonesia ini sedang belajar berdemokrasi, sedang perlahan menata semua tatanan agar sesuai dengan harapan rakyat Indonesia. Mari belajar membaca lagi, luangkan waktu untuk membaca paling tidak 1 buku 1 bulan. Perluas pengetahuan ilmu apa saja yang digemari, dan tidak lupa untuk membuka buku literatur lain untuk memperkaya pengetahuan agar tidak hanya itu-itu saja yang ada dalam pikiran.

Kondisi kemalasan membaca ini banyak dimanfaatkan oleh para pendulang dollar terutama di dunia maya untuk mengeruk dollar sebanyak-banyaknya. Dengan cara membuat situs-situs entah berantah, dibumbui judul-judul artikel yang bombastis dengan sasaran orang-orang yang bersumbu pendek dari pihak manapun. Bukan tidak mungkin, sebuah situs dibangun melalui penyesuaian segmen pasar. Pemiliknya membuat situs penuh “emosi dan syarat kebencian” ke sebuah pihak, namun sebenarnya mereka juga membuat hal yang sama ke pihak lain.

Bagi orang islam, perkuat diri untuk memahami surat Al Hujurat sampai selesai, untuk memahami dan sadar serta berhati-hati terhadap berita atau kabar yang tidak jelas juntrungannya. Sekali lagi, jangan hanya karena sesuai dengan emosi atau nafsu dalam pikiran kita, terus langsung main sebar apalagi langsung percaya. Saya sendiri sedang belajar, bila banyak kesalahan itu sudah pasti, karena kebenaran hanya saya sandarkan pada Tuhan. Janganlah kita jadi orang yang malas membaca dan mudah emosi.

Salam.

1 thought on “Mari Belajar Membaca Tidak Hanya dari Judul”

  1. iya bener banget, sekarang orang Indonesia lebih banyak membaca judul dari topik nya saja tanpa menelusuri dulu artikel yang ada didalamnya. Dan semakin berkembangnya jaman, semakin banyak orang yang memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan SARA dan hal negatif lainnya. Yang akhirnya membuat masyarakat Indonesia itu sendiri menjadi sering menghujat tanpa menelusuri terlebih dahulu sehingga banyak sekali berita HOAX pun dipaksa untuk dibenarkan meskipun tidak tau kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *