• Aku menulis karena lidahku menahan rindu

15 alasan terburuk untuk tidak menjadi Pengusaha

Ciri ciri Entrepreneur

Hampir rata-rata orang berpikir bahwa “kita tidak cukup waktu untuk melakukan banyak hal”. Setidaknya berpikir untuk melakukan itu sudah lebih baik dibanding berpikir kesulitan hingga membuat tidak melakukan apapun. Berikut ini beberapa alasan terburuk yang paling sering digunakan oleh orang karena tidak berani mengambil resiko. Bisa jadi ini adalah salah satu alasan Anda :);

1. Aku terlalu takut

Segera bergabunglah dengan sebuah klub atau komunitas. Karena pada dasarnya hampir setiap pengusaha itu takut. Kemudian tetapkan pilihan: Membiarkan ketakutan menjadi penghambat atau merubah ketakutan menjadi bahan bakar untuk melakukan apapun agar bisa berhasil.

Berpuas diri adalah musuh prestasi dan untungnya ketakutan bisa mencegah diri sendiri untuk tidak cepat berpuas diri. Perlu membangun rasa optimis untuk memulai.

2. Aku tidak memiliki koneksi yang tepat

Di jaman setua ini, teknologi banyak terlahir dengan berbagai kelebihannya. Dan teknologi diciptakan untuk memudahkan penggunanya. Kita bisa temukan LinkedIn, Facebook, Twitter, dan platform media sosial lainnya platform. Kita bisa berteman dengan siapapun, bisa mencapai siapapun.

Bukan tidak mungkin kita bisa berkenalan dengan musisi favorit, bisa juga berkenalan dengan politisi pujaan atau hal menakjubkan lainnya. Bukan tidak mungkin mereka akan membaca profil kita, website kita, atau produk kita. Yang kita perlukan hanya membuat semuanya benar-benar tampak profesional.

Bila banyak diantaranya tidak merespon, jangan patah arang. Mungkin saja ada yang kurang dari yang kita lakukan. Lakukan lagi lebih halus dan berbaiklah menyapa mereka. Tentu saja, bangunlah kepribadian yang semakin baik dari hari ke hari.

Mulai dari yang kecil. Munculkan diri lebih layak. Bangun sebuah jaringan yang bagus. Sebuah jaringan yang bagus bisa seperti piramida dengan basis yang luas, bukan garis vertikal tipis yang langsung menuju ke atas.

Dan mohon diingat, bahwa orang yang lebih berpengaruh semakin mereka sedang dikepung dengan permintaan. Memiliki alasan yang baik untuk menghubungkan, memberikan sebelum kita mengharapkan untuk menerima, dan kita mungkin akan terkejut dengan apa yang terjadi.

3. Aku terlambat

Dalam banyak hal, semua inovasi atau mungkin ide itu sendiri, berasal dari memperbaiki ide-ide yang sudah ada sebelumnya. Tidak ada inovasi kreatif yang satu dan berdiri sendiri tanpa memperhatikan ide sebelumnya.

Kita boleh menyebut diri “terlambat” apabila kita tidak menyediakan diri untuk terus menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih merangkul dari siapapun yang lainnya.

4. Aku ini siapa?

Dengan argumentasinya, banyak orang yang cenderung menerima keadaan bahwa “aku bukan siapa-siapa”. Ingat satu hal. Orang senang mendengarkan segala sesuatu yang menghibur, menarik, tulus, lucu, mengejutkan, informatif, merangsang, bodoh, satir, kontroversial, sedih, konyol, seksi dan banyak hal lagi..

Dan jika kita tidak bisa membuat orang lain mendengarkan kita, masalah bukan pada mereka. Masalah sebenarnya ada pada diri kita. Cobalah untuk mengubah pesan atau “gaya” yang ingin disampaikan dengan hal-hal yang lebih relevan, sehingga mereka akan mudah menjangkau kita dan akhirnya mereka akan mendengar.

5. Aku tidak punya uang

Anda atau mungkin kita, tidak sendirian!. Pengalaman saya sebagai mantan pengamen kereta hingga akhirnya mempunyai dua buah perusahaan telah memberitahu banyak hal.

Membuat diri menjadi lebih layak bahkan (mungkin) kaya adalah tentang mempelajari seni untuk mencapai lebih baik dengan sedikit demi sedikit. Sedikit uang, sedikit ilmu, sedikit waktu bahkan mungkin sedikit kesempatan.

Hadapi saja: Jika berpikir bahwa karena tidak memiliki “cukup” modal dan kita berhenti, maka kita tidak akan pernah cukup atau bahkan punya modal.

Kita tidak selalu bisa mengendalikan apa yang telah dimiliki, namun selalu ada waktu untuk mengendalikan apa yang kita pilih dengan apa yang kita miliki.

6. Aku tidak punya waktu

Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah apa yang kita siap kita lakukan dengan waktu.

Apabila kita terjebak jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam, apakah masih ada waktu untuk ber-chatting ria atau “me time”?. Nah, terapkan cara berpikir yang sama agar bisa memanfaatkan waktu dengan baik sebaik mungkin.

Tidak ada waktu yang tepat selain sekarang juga.

7. Aku tidak memiliki keterampilan

Ah, ini bukan apa-apa. Pergilah ke toko buku, baca buku yang ingin dipelajari. Pergilah cari teman yang tepat untuk mendapatkan ketrampilan. Mungkin seorang teman yang bisa meminjamkan komputer, atau meminjamkan barang miliknya untuk kita pakai sebagai bahan belajar.

Beri sedikit penghargaan atas hal yang sudah dilakukan teman kita, mungkin dengan mengajaknya jalan atau sedikit becanda dan menemaninya berdiskusi hingga selesai. Tak lupa, cari pengalaman yang bisa membuat pengetahuan semakin bertambah.

Hilangkan perasaan minder, atau kita tidak akan memiliki ketrampilan apapun. Karena ketrampilan tidak datang dengan sendirinya, namun perlu dicari kemudian berlatih.

Menyalahkan keadaan tidak sedikitpun membantu menyelesaikan semuanya.

8. Aku tidak punya ide bagus

Tidak perlu berpikir repot. Lihat sekeliling, lihat keramaian orang, dengarkan apa yang teman-teman kita diskusikan, dan susun. Sesuatu yang baru akan menyulitkan, cobalah dengan memodifikasi ide yang sudah ada.

Pikirkan tentang ide solusi akan sesuatu yang sudah berkembang di sekeliling kita namun tidak tersampaikan dengan baik ke diri kita. Kemudian kembangkan solusi itu, karena solusi itu sama dengan IDE.

Banyak perusahaan menjadi besar karena membuat “sesuatu” menjadi lebih baik, bukan dengan membuat yang benar-benar baru.

9. Aku tidak bisa mengambil risiko

Apapun resiko yang sudah dipilih, yakinkan diri bahwa nantinya kita juga akan pulih dari hal yang sama. Waktu akan mengembalikan apa saja yang sudah terjadi, entah itu kemunduran, kegagalan ataupun hal lainnya. Malah kita akan menjadi semakin kuat ke depannya.

Kemauan untuk mencoba yang akan membuka banyak jalan. Tidak pernah mencoba akan meninggalkan penyesalan. Jangan sampai kita bertanya kepada diri kita dikala sudah menua dan tidak bisa melakukan banyak hal. “Andai saja waktu itu aku…. “

10. Aku hanya pandai berencana tidak pandai memulai

Tidak, sama sekali tidak benar. Itu hanya pikiran yang muncul berdasarkan kemalasan, karena (mungkin) tidak mau bekerja kasar, sudah dalam kondisi tenang dan lain sebagainya.

Atau mungkin lebih parahnya kita mengargumenkan dimana setiap pengusaha yang ditemui tidak pernah menyingsingkan lengan bajunya untuk bekerja dan dibantu oleh banyak orang. Sebuah asumsi yang terlalu jauh. Tidak ada pengusaha sejati yang tiba-tiba berhasil, semua tentu dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Kita hanya perlu untuk terus berdisiplin dalam menjalankan tujuan.

11. Aku harus sempurna

Sebuah anggapan yang sama sekali tidak benar. Seringkali kita terlalu mengejar kesempurnaan, padahal tidak ada kesempurnaan yang bisa kita kejar, kecuali memenuhi pendekatan kebutuhan usaha atau konsumen .

Mungkin saja ketakutan untuk ditolak atau dikritik itu memang mengganjal pikiran. Namun coba saja dengan menyingkirkan hal-hal yang tidak perlu. Lakukan saja yang terbaik, kritikan itu tanda bahwa diri kita masih diperhatikan oleh banyak orang.

Satu pendapat yang mungkin sangatlah penting buat kita, yaitu pelanggan.

12. Aku tidak nyaman melakukan itu

Semenjak kecil, Aku dibesarkan untuk menjadi rendah hati dan tidak menonjolkan diri, jadi aku benci untuk mengatakan aku lebih baik siapa pun atau apa pun.

Sangat benar, namun antara menonjolkan diri (sombong) dengan meningkatkan kepercayaan diri itu sangatlah berbeda. Percaya diri juga bukan untuk kemudian tidak rendah hati. Namun merupakan bentuk mindset yang dibutuhkan untuk membuat diri kita mampu menemukan kesempatan dan menjalankannya dengan baik.

Namun bila kita mengeluarkan banyak alasan yang intinya hanya takut keluar dari zona nyaman, itu hanya bentuk rasionalitas, perlu sedikit merubahnya.

13. Aku tidak melihat orang lain bisa

Oh, mereka mendapatkannya. Kita tidak pernah tahu bahwa untuk mendapatkannya itu selalu dalam perjuangan yang tiada henti. Hingga muncul semua dalam kondisi hebat. Ide yang hebat dan produk yang hebat.

Ketika kita berharap tidak ada yang bisa mendapatkannya selain kita, justru saat itulah hanya kita yang sedang tidak mendapatkan apapun. Karena kita terlalu sibuk memperhatikan orang lain dan lupa dengan apa yang seharusnya kita kerjakan.

14. Ini terlalu keras

Perjalanan yang sungguh sulit. Betul. Bila kita selesai duduk dan langsung berlari jauh tanpa berhenti. Cobalah untuk membuat langkah menjadi lebih kecil. Jalankan satu per satu dengan baik, selangkah demi selangkah dan terus disiplin menjalankannya.

Maka kita tidak akan pernah menyangka bila ternyata kita sudah sangatlah jauh.

15. Aku malu jika gagal

Secara umum, kegagalan orang lain atau kemalangan orang lain itu adalah hal yang menyenangkan untuk dibicarakan. Dengan berbagai ekspresinya, ada yang pura-pura peduli namun sebenarnya mensyukuri, ada yang terang-terangan membicarakan dengan banyak orang.

Orang yang membicarakan kita, pada dasarnya karena mereka tidak bisa melakukan seperti apa yang kita lakukan. Kesukaan orang membicarakan orang lain itu tidak dalam konteks peduli, karena bila peduli tentunya mereka tidak akan membicarakannya, namun langsung membantunya menemukan solusi atas kesulitan kita.

Oleh karenanya, tidak perlu untuk malu dalam melakukan usaha. Kehidupan kita ada ditangan kita masing-masing bukan ditangan orang lain. Itulah alasan untuk tidak menjadi pengusaha bagian terakhir. Bagaimana pendapat Anda?

Salam Air.

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved