7 Cara Menghadapi Politik Kantor yang Buruk

7 Cara Menghadapi Politik Kantor

Politik kantor adalah kenyataan yang harus kita hadapi, dan cara menghadapi politik kantor dimana kita bekerja tentu akan berbeda-beda. Setiap tempat memiliki karakternya masing-masing.

Menghindarinya secara total justru akan menimbulkan resiko lain. Seperti terjadinya keputusan penting yang mempengaruhi kinerja kita dan juga tim. Maka perlu untuk menemukan cara menghadapi politik kantor ini.

7 Cara Menghadapi Politik Kantor

Seperti juga politik dalam dunia politisi, politik yang sebenarnya memang mengacu pada akar kata Politikos dari Bahasa Yunani yang artinya dari dan untuk warga.

Saya mengartikan politik berasal dari akar kata Polite dan Ethic bila berhubungan dengan dunia kerja atau perkantoran. Polite artinya sopan dan Ethic artinya Etika.

Maka bila kita bisa tetap mengedepankan sopan dan etika maka politik kantor yang ada di depan mata akan lebih bisa dijinakkan. Dengan menguasai cara ini, dunia kerja akan menjadi tempat yang nyaman.

Politik yang “baik” dapat membantu mendapatkan apa yang diinginkan tanpa merugikan orang lain dalam prosesnya. Juga tentunya dalam rangka menghindari hari buruk.

Sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan kekuatan berpolitik di kantor, berikut ini 7 caranya:

Pelajari Struktur Organisasi

Keadaan politik kantor sering kali menutupi atau menghindari struktur organisasi perusahaan secara formal. Duduk dan amati sebentar, kemudian petakan kekuatan serta pengaruh politik dari setiap porsonal bukan sekedar dari pangkat atau jabatan.

Selami dengan baik pertanyaan ini: “Siapa sebenarnya yang berpengaruh?”, temukan jawabannya agar kita tahu siapa yang bisa berpengaruh merusak banyak kondisi dan situasi.

Temukan juga “siapa orang yang dihormati atau berkuasa” dalam situasi tertentu, bagaimana pandangan orang tersebut terhadap orang lain, serta bagaimana cara penyelesaian masalah yang sudah sering dilakukannya.

Memahami Jaringan Informal

Setelah memahami dimana letak kekuatan dan pengaruh, saatnya untuk memeriksa interaksi dan memahami hubungan orang-orang dalam jaringan informal atau interaksi sosialnya.

Perhatikan baik-baik, ketahui dengan benar “siapa yang cocok dengan siapa dan siapa”, dan juga yang merasa lebih sulit untuk berinteraksi dengan orang lain.

Catat dalam memori apa saja koneksi yang terjadi dalam interaksi tersebut, apakah berdasarkan persahabatan, rasa hormat, romantisme atau hal-hal lain.

Dengan begini, kita bisa mengurai atau menggambar peta aliran pengaruh dari semua pihak di dalam kantor.

Membangun Relasi

Setelah memahami bagaimana hubungan atau relasi bekerja, maka tiba waktunya untuk membangun jaringan sosial kita sendiri. Catat, jaringan sosial kita sendiri hanya difokuskan demi terjadinya relasi.

Lihat ke dalam tim, bila perlu lintas hirarki formal dari berbagai posisi, seperti rekan kerja, manajer hingga eksekutif. Jangan berlebihan takut pada orang yang berkuasa secara politik. Kenali mereka dan bangun relasi serta koneksi yang kuat.

Tentu saja, hindari sanjungan-sanjungan omong kosong yang hanya akan mengarahkan kita menjadi penjilat. Hindari juga politik kantor yang kotor seperti terlalu mudah memasuki relasi orang lain.

Seperti yang sudah saya tulis, Sopan dan Etika, maka bersikap ramah kepada semua orang (supaya tidak masuk ke dalam sebuah kelompok semata) sangatlah disarankan.

Jaga rahasia kantor atau apapun yang bukan menjadi kewenangan kita untuk berbicara apalagi membicarakannya diluar. Karena kita tidak boleh mengencingi kolam tempat kita minum.

Manfaatkan Jaringan Sebaik Mungkin

Melalui hubungan antar jaringan yang sudah terbangun dengan baik, gunakan untuk memposisikan diri sebaik mungkin. Bukti melalui pencapaian pribadi akan sangat berpengaruh.

Namun tidak pula pencapaian pribadi menjadi penekanan agar kita diakui oleh rekan kerja, sampaikan bahwa kerja tim sangat penting atas terjadinya pencapaian dan ucap terima kasih.

Kembangkan Ketrampilan Sosial

Kembali ke atas sedikit, politik adalah tentang orang, orang sangat berhubungan erat dengan ketrampilan interpersonal yang kuat (didalamnya terdapat kecerdasan intelektual dan emosional).

Cerna sebaik mungkin emosi yang muncul, temukan apa pendorongnya dan tentukan segera bagaimana cara menanganinya. Ini adalah bagian dalam mengembangkan ketrampilan sosial.

Berpikir lebih dalam sebelum bertindak, sehingga bisa mengatur diri sendiri tidak merusak hubungan yang sudah ada di dalam kantor. Karena sangat penting menjaga jaringan.

Belajar mendengarkan dengan cermat. Karena orang-orang suka terhadap orang yang bersedia mendengarkan mereka. Kurangi bicara, karena orang banyak bicara sulit untuk mendengar.

Berani Tapi Tahu Diri

Secara naluriah, kita akan langsung menjaga jarak dari orang yang melakukan politik buruk di kantor. Jangan takut, tetaplah mendekat agar tidak terpental lebih jauh.

Memang perlu keberanian ketika harus mendekati orang yang punya “intensi” buruk terhadap kita, namun hati-hati, seringkali itu hanya perasaaan yang memanipulasi semata bukan fakta.

Namun, lindungi diri sebisa mungkin dari siapa pun yang memiliki potensi Machiavellianisme atau karakteri gelap lainnya. Orang-orang seperti itu kemungkinan besar pintar dan berbahaya.

Netralisir Politik Negatif

Yang bisa membuat situasi negatif menjadi positif adalah diri kita sendiri. Netralisir segera politik negatif yang muncul dengan tidak “menyiram bensin ke api” dan bergabung ke dalam sisi negatif.

Seperti: tidak menyebarkan rumor yang belum tahu kebenarannya.

Cermati terlebih dahulu, dari siapa sumber informasi tersebut, bagaimana kredibilitasnya dan dampak-dampaknya. Jangan pula mengandalkan kalimat “tapi ini rahasia ya”, karena biasanya bukan lagi rahasia.

Posisikan diri ke dalam profesionalitas, tidak memihak atau bahkan terjebak dalam argumen hingga menuduh pihak lain. Ketika konflik muncul, ketahuilah bahwa itu tidak baik bagi kantor atau perusahaan.

Sangat sulit untuk menyenangkan semua pihak, namun setidaknya tidaklah sulit untuk memposisikan diri netral apalagi politik kotor yang terjadi di kantor.

Jika ingin menyampaikan kritik, lakukan dengan percaya diri, tegas dan tidak menyerang. Pastikan mengambil perspektif organisasi bukan perspektif pribadi karena bisa berdasarkan ego.

Politik kantor seringkali membuat kita lepas kendali hingga akhirnya menjerumuskan diri dengan mengencingi kolam tempat kita minum, pastikan kamu ketahui cara menghadapinya.

Salam kreatif

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved