Akibat Pandemi Virus Corona, Banyak yang Dikocok Ulang

Akibat Pandemi Virus Corona Perusahaan Bangkrut

Akibat pandemi virus corona, perusahaan transportasi milikku yang sedang dalam performa puncak harus langsung hiatus sekian lama hingga pada akhirnya harus merelakan puluhan unit bus untuk dikembalikan kepada perusahaan pembiayaan (leasing) yang tak punya hati.

Beberapa kontrak besar yang sudah siap didepan mata seperti PON Papua 2020, seketika tidak ada kepastian. Semua berubah seketika, seperti dikocok ulang. Siapa yang akan mengerjakan apa, bisa berganti sedemikian rupa akibat pandemi virus corona ini.

Sebagai pengusaha dengan latar belakang Teknologi Informasi, saya terpacu untuk segera konversi. Membaca data penyebaran wabah serta kemungkinan hilangnya pandemi virus mencapai tahunan untuk kembali normal, maka saya pun konversi. Karena tak mungkin membayar ratusan juta kredit mobil tiap bulan dalam waktu tahunan.

Pandemi Virus Corona Memaksa Konversi

Ketika masa pandemi virus corona muncul, saya termasuk orang pertama yang menyumbang secara sukarela semua kendaraan sewa milik perusahaan sebagai bagian kendaraan pengangkut logistik untuk membantu pemerintah memerangi corona.

Saya bahagia dengan munculnya intruksi restrukturisasi dari Pemerintah kepada lembaga keuangan penyalur kredit kepada para debitur. Namun tidak bahagia dalam pelaksanaannya, karena saya merasakan langsung betapa lembaga kredit ini justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Untuk bertahan, saya pun bekerja keras melakukan apapun termasuk diantaranya membuka diri bekerja dalam ikatan perusahaan lain, sesuatu yang belum pernah saya lakukan sepanjang perjalanan karir.

Sempat sebelumnya saya menerima ajakan teman baik, menjadi seorang direktur di sebuah Lembaga Pendidikan dan Ketrampilan (LPK) di daerah Tangerang, menjalaninya hingga satu tahun. Beberapa keberhasilan disana sebagai bagian tanggung jawab yang sudah saya emban.

Disana, saya memastikan LPK ini tetap bisa mengikuti Prakerja sebagai mitra Bukalapak. Juga melalui akreditasi LPK di Sistem Tenaga Kerja Kemnaker lebih cepat dibanding LPK lain. Dari program Prakerja, LPK ini sempat mencatatkan pembukuan 100 milyar rupiah sebagai pencapaian.

Pertanian Tetap Tahan Banting Dimasa Pandemi Corona

Setelah melalui beberapa proses riset, akhirnya saya menemukan bahwa kegiatan ekspor dan juga pertanian dan perikanan merupakan dua hal yang masih bertahan tinggi di masa pandemi. Langsung saya berinvestasi ke dalam bidang perdagangan ekspor dan pertanian.

Puluhan kendaraan bus yang saya punya segera saya kembalikan ke perusahaan pembiayaan, sebelum semakin besar pengeluaran tanpa pendapatan terus berjalan.

Bidang perdagangan ekspor segera saya wujudkan dengan membangun PT Java Gondang Nusantara, yang dalam perjalanannya (meski masih singkat) berhasil mengirimkan beberapa komoditi ekspor ke luar negeri. Dan juga berhasil membangun jaringan pemasaran di beberapa Negara.

Untuk menyiapkan sumber produk dagangan ekspor, saya pun membangun Semampir Hub di kampung halaman dengan mengusung program standarisasi produk pertanian. Di lapangan, produk ekspor dari Indonesia memiliki tingkat ketidakstabilan sangat tinggi, maka harus dibangun sendiri.

Di Semampir Hub, juga menciptakan produk pupuk cair serta pupuk padat sebagai bahan penyerta agar program standarisasi pertanian ini bisa tercapai secara bagus dan sesuai sasaran.

Tidak Sendirian

Akibat pandemi virus corona ini saya tidak sendirian, saya yakin banget. Dan untuk semua rekan-rekan pengusaha diluaran sana, mari tetap semangat. Tuhan tidak pernah membiarkan manusianya kelaparan selama masih berusaha.

Salam Sukses.

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved

Mari Tertawa
Bahagia.

Ikuti Saya