• Aku menulis karena lidahku menahan rindu

Belajar Kemanusiaan Melalui Didi Kempot

Lord Didi Kempot

Saya mungkin salah satu orang yang beruntung, bisa mengenal langsung sosok fenomenal bernama Didi Kempot alias Didi Prasetio atau Lord Didi atau God of Broken Heart. Tahun 2000an awal, saya masih sempat berjumpa darat dengan Mas Didi ini di daerah Glodok, Mangga Dua – Jakarta Pusat.

Semua seniman musik generasi lama pasti tahu, daerah Glodok tempat nongkrong para seniman musik. Karena disana ada banyak perusahaan label besar yang berhasil mengorbitkan banyak musisi kawakan seperti Rhoma Irama dan Black Brothers. Salah satu rekaman yang saya tahu adalah Irama Tara, bahkan saya berkesempatan belajar dari pemimpinnya disana, Koh Lotte.

Didi Kempot, seniman musik ini sudah malang melintang bersama dengan Anto Baret yang di seputaran Slipi dan juga nama-nama besar lainnya sejak dulu. Lagu Terminal Tirtonadi, salah satu lagu favoritku yang sudah saya dengarkan sejak medio 2000an.

Belajar Kemanusiaan

Sejak dulu, Didi Kempot terkenal sebagai orang yang baik nan dermawan, kalau dalam falsafah jawa paling pas dan cocok adalah Kantong Bolong. Sebuah prinsip yang sangat sulit dilakukan oleh sembarangan orang.

Prinsip ini membawanya banyak teman, meskipun saat di kampungnya dulu pernah menjadi orang yang dijauhi orang. Namun perlahan kehidupannya mengubahnya menjadi sosok yang sangat baik, sangat ngopeni teman dan perhatian.

Seorang tetangga yang asli Solo pernah bercerita saat saya menginap di rumahnya, bahwa Didi Kempot itu Kewalen. Artinya tidak akan ada siapapun di dunia ini yang bisa menjadi seperti Didi Kempot. Kewalen berasal dari kata Wali, yang mungkin maksudnya adalah orang yang oleh Tuhan dijadikan Wali, entah itu di dunia musik maupun kemanusiaan.

Konsistensi Didi Kempot dalam menjalani lika-liku kehidupan dan terus menerus melakukan hal yang diketahuinya, telah menjadikannya sebagai seorang duta atas dunia musik yang digelutinya.

Donasi Lawan Covid19

Meninggalnya orang baik, selalu meninggalkan kebaikan. Beliau (Didi Kempot) telah berhasil menginspirasi jutaan orang Indonesia dengan konser onlinenya dan mengumpulkan donasi hingga mencapai 7 milyar rupiah lebih.

Bersama-sama dengan relawan, beberapa hari sebelum meninggal dunia, beliau ikut mengepak bantuan-bantuan dan akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Terlihat beberapa relawan tuna wicara juga ikut andil membantu.

Yang luar biasa, beliau masih sempat ikut andil menjaga keamanan kampungnya. Dengan predikat, ketenaran serta kesuksesannya yang sekarang, tentu tidak sulit bagi seorang Didi Kempot menyuruh orang lain berjaga-jaga di kampungnya.

Sebuah pelajaran yang luar biasa dari Didi Kempot, tetap membumi.

Selamat jalan Mas Didi.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Iman Brotoseno Dirut TVRI

Blogger Senior jadi Direktur Utama TVRI

Pernah dengar Pesta Blogger? Atau pernah nonton film 3 Srikandi yang bercerita tentang 3 atlit panah nasional berikut dengan perjuangannya? Nah, aktor utama dibalik Pesta

Mulai Cara Bikin Situs Web Bisnis Mandiri

Gratis Bikin Tampilan Web untuk UMKM

Untuk menghibur teman – teman pengusaha UMKM yang terkena dampak wabah corona, saya ingin memberikan Hadiah Gratis berupa mempercantik tampilan situs web profil usaha. Syarat:

Langkah Membangun Bisnis

5 Cara Membangun Bisnis Tanpa Modal

“Pak, saya ingin berbisnis tapi tidak punya modal”, tanya seorang mahasiswa. Sebuah pertanyaan wajar dan sering saya temui saat berbicara mengenai bagaimana cara membangun bisnis,

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved