• Aku menulis karena lidahku menahan rindu

Buka Pintu Masa Depan, Baru Kemudian Terbang

Eksplorasi Pelanggan

Di beberapa kesempatan, saya menerima kunjungan dari teman-teman pengusaha maupun teman-teman yang sedang memulai usaha. Saya perhatikan, sebagian besar dari mereka sangatlah berbakat, penuh gairah, pintar dan kemandirian yang tangguh. Sebagian dari mereka datang mengajak saya berdiskusi tentang ide-ide bisnis yang mereka ingin lakukan. Ide yang bagus, dan membuat saya membaca dengan semangat ide yang mereka presentasikan.

Dengan seksama saya mendengarkan mereka, terjadi diskusi yang seru sehingga membuat mereka semakin bersemangat dalam mewacanakan idenya. Sampai pada sebuah titik, mereka kemudian mengemukakan ide lain yang juga akan dikerjakan sekaligus dalam usaha mereka. Terus menerus diskusi berjalanan dengan canda dan penuh keriangan namun serius.

Sampai akhirnya saya menstop diskusi secara halus. Segera saya berdiri di samping papan tulis dan saya tuliskan hasil diskusi seharian itu. Perlahan saya tampilkan ide mereka dengan menuliskan dan menggambarkannya di papan tulis. Di satu titik akhir, saya bikin tulisan besar “Setiap ide itu luar biasa, namun akan lebih luar biasa bila Anda mengerjakannya satu saja dulu, dan buang ide lainnya untuk sementara”.

Ya, tidak semua orang berhasil (terutama pengusaha startup) menjalankan ide lebih dari satu sekaligus. Karena dalam satu ide yang ada, sudah membutuhkan perencanaan yang besar bahkan mungkin perencanaan sebesar gunung. Anda membutuhkan perencanaan strategis, butuh untuk mengembangkan produk, mendorong pemasaran, butuh biaya administrasi, sumber daya manusia dan banyak hal lainnya lagi. Bila Anda memikirkan segala sesuatunya dengan detail, maka 1 ide saja, sudah akan membuat pekerjaan menjadi banyak.

Jadilah yang terbaik dalam menjalankan usaha. Menjadi yang terbaik dalam bidangnya, menjadi terbaik dalam berhubungan dengan pelanggan, menjadi yang terbaik dalam mengelola manajemen dan lain sebagainya. Dan semua ini membutuhkan fokus yang tidak sedikit effort-nya.

Seringkali pula saya menerima teman yang datang untuk berkonsultansi tentang bisnisnya, dan mereka seringkali pula menunjukkan ide-idenya dengan dasar ide yang satu tidak berjalan dengan semestinya. Sayangnya, ide yang sebelumnya tidak dikerjakan dengan detail dan lebih maksimal, padahal idenya lebih sederhana dan bagus ceruknya.

Mari kita kembali refresh. Ketika dulu Anda menemukan ide yang bagus tadi, apakah sudah dikerjakan dengan maksimal dan detail?, Ketika dulu menemukan ide sederhana tersebut, apakah sudah membuat segala sesuatunya menjadi lebih jelas dan mudah dijalankan?

Kaskus, memulai usahanya hanya dengan blog berikut content yang sangat biasa hingga kemudian menjadi forum terbesar di Indonesia. Google memulai usahanya hanya dengan menjadi mesin pencari. Mungkin Amazon hanya berjualan buku ketika dulu memulai usahanya, namun Amazon berhasil menjadi yang terbaik dalam penjualan bukunya terlebih dahulu sebelum ekspansi. Zappos hanya berjualan sepatu ketika memulai usahanya. Bahkan saya, dulunya seorang freelance designer yang tidak memiliki perusahaan apapun.

Menangkan terlebih dahulu kategori pelanggan yang Anda mau dalam usaha atau perusahaan Anda, baru kemudian mulai tumbuh kembangkan dengan ide-ide yang lain. Buka terlebih dulu pintu masa depan Anda, baru kemudian terbang.

Salam kreatif.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn

9 Responses

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Iman Brotoseno Dirut TVRI

Blogger Senior jadi Direktur Utama TVRI

Pernah dengar Pesta Blogger? Atau pernah nonton film 3 Srikandi yang bercerita tentang 3 atlit panah nasional berikut dengan perjuangannya? Nah, aktor utama dibalik Pesta

Mulai Cara Bikin Situs Web Bisnis Mandiri

Gratis Bikin Tampilan Web untuk UMKM

Untuk menghibur teman – teman pengusaha UMKM yang terkena dampak wabah corona, saya ingin memberikan Hadiah Gratis berupa mempercantik tampilan situs web profil usaha. Syarat:

Langkah Membangun Bisnis

5 Cara Membangun Bisnis Tanpa Modal

“Pak, saya ingin berbisnis tapi tidak punya modal”, tanya seorang mahasiswa. Sebuah pertanyaan wajar dan sering saya temui saat berbicara mengenai bagaimana cara membangun bisnis,

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved