• Aku menulis karena lidahku menahan rindu

Design Mindset, 7 Cara Mendesain Pikiran

Kecerdasan Emosional VS Intelektual

A thinker atau pemikir (design) di dalam sebuah organisasi usaha atau bahkan sosial, selalu mempunyai cara berpikir (mindset) yang optimis. Steve Jobs, memiliki design mindset yang diiringi ketakutannya setiap kali mempunyai ide produk, tetap optimis dan berpikir desain untuk mempertajam penerimaan produk dimata masyarakat banyak (konsumen).

Ada 7 langkah yang membentuk mindset untuk design.

1. Fokus pada Nilai

Selalu fokus pada nilai-nilai yang sudah terbentuk atau yang menjadi sebuah kebutuhan konsumen (masyarakat). Dengan memperhatikan ini, kita akan lebih mudah memahami apa saja yang berkembang di masyarakat bahkan mungkin yang menjadi tuntutan kebutuhan masyarakat.

Memperhatikan apa yang dilakukan dan bagaimana konsumen berinteraksi dengan lingkungan mereka, akan memberi petunjuk apa saja kiranya yang mereka pikirkan dan rasakan. Hal ini juga membantu kita untuk belajar tentang apa yang mereka butuhkan baik terucap maupun tidak terucap.

Designer yang baik, akan bisa membangun dan menyambungkan nilai-nilai dan kebutuhan yang berkembang dari semua itu. Silahkan baca artikel Berpikir Design dan Eksplorasi.

2. Tunjukkan, Tak Perlu Beri Tahu

Selalu menunjukkan sesuatu baik hasil maupun cara membangun sesuatu dengan bentuk nyata, atau manifesto. Kecenderungan untuk hanya memberitahu, berkomentar dan ber-statement tidak akan membentuk opini yang bagus untuk kita.

Kita harus mampu menunjukkan apa saja yang ingin kita capai atau apa yang sedang kita bangun atau bahkan hasil produksi yang memang direncanakan. Ini biasa disebut sebagai prototyping.

3. Buat Segalanya Jelas

Menciptakan segala hal menjadi lebih jelas (mungkin lebih mudah) dan lebih bisa diterima. Terkadang kita akan bertemu dengan beberapa hal atau mungkin ide yang banyak, semuanya bagus sehingga kita kesulitan untuk memutuskan mana ide terbaik yang sebaiknya kita gunakan.

Memecahkan kompleksitas yang tinggi dibutuhkan tools yang bagus, dan kita bisa segera menggunakannya untuk diaplikasikan ke masyarakat. Bagi pebisnis pemula sangat dianjurkan untuk menggunakan metode Business Model Generation, dan bila sudah berjalan serta membutuhkan lebih banyak hal (inovasi) untuk memperkuat layanan – produk – revenue, maka kita bisa menggunakan metode Design Thinking.

4. Bereksperimen dan Ambil Pengalaman

Selalu berani untuk melakukan eksperimen dan bisa mengambil sisi baik dari eksperiential yang sudah didapatkan. Terus bereksplorasi untuk mendapatkan ide-ide yang bagus. Perlu diingat, ide bagus tidak selalu keren dan juga sebaliknya :D.

5. Terbuka terhadap Proses

Mengetahui di mana diri kita berada dalam proses desain, juga metode apa yang akan digunakan dalam tahap itu, dan apa tujuan Anda.

Menjadi lebih cair dengan desain yang kita kerjakan, dan akan bergerak antara mode yang sesuai dengan kebutuhan kebutuhan, dan, selanjutnya, kita mengembangkan sendiri proses yang bekerja untuk kita.

6. Berbasis Aksi

APA itu?
Adalah prinsip inti atau pola pikir dari pemikiran desain. Dalam arti yang paling dasar, itu berarti bahwa kita mempromosikan orientasi aksi dan perilaku, bukan kerja berbasis diskusi.

MENGAPA?
Perhatikan tindakan (misalnya keluar dan terlibat langsung dengan pengguna, prototyping & test) sebagai cara untuk mengantisipasi kemacetan ide, untuk menginspirasi pemikiran baru, dan untuk mencapai kesepakatan sebagai sebuah kelompok.

CARAnya?
Tercermin dalam hampir semua yang kita lakukan. Perbanyak metode yang mendorong tindakan daripada diskusi sebagai cara untuk membuat keputusan.

7. Kolaborasi Radikal

Menyatukan banyak pemikiran (pemikir inovatif) untuk bisa mendapatkan ide (breakthrough) yang bagus dan mendapatkan solusi dari banyaknya perbedaan ide atau pemikiran.

–||

Selamat berkarya.

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved