Digital Marketing Semakin Meningkat di Masa Pandemi

3 Cara Digital Marketing Ekspor

Vice President Gartner Inc, Jorge Lopes menyebut mulai tahun 2020, lebih dari tujuh miliar orang akan tersambung melalui internet, ini akan menjadikan bisnis semakin mudah menjangkau kemana saja, karena setidaknya 30 miliar perangkat akan terhubung secara digital.

Munculnya pandemi pada masa catur wulan 2020, semakin menambah percepatan bisnis (berbagai bisnis) melalui digital semakin menanjak. Tidak sedikit bisnis yang dipaksakan untuk segera bersentuhan dengan digital karena alasan pandemi.

Maka tentu, pemasaran digital (Digital Marketing) menjadi sebuah kebutuhan mutlak dalam publikasi, iklan hingga akusisi pelanggan dilakukan melalui digital. Selain dilain sisi, pemasaran digital juga jauh lebih murah dibanding pemasaran konvensional.

New Normal atau kebiasaan baru, maka juga akan menumbuhkan budaya atau cara baru. Digital marketing merupakan sebuah kebutuhan mutlak semenjak era internet meledak pada awal tahun 2000an. Pemanfaatan pemasaran digital semakin menjadi penting pada era kebiasaan baru ini.

Semua hal beralih ke dalam produk digital dan berselancar melalui internet untuk menemukan hal-hal baru. Ini pun banyak dilakukan oleh para pengusaha dalam kondisinya menghadapi pandemi agar tetap bisa bertahan melaluinya.

Menggali ide baru, mencari kostumer baru hingga membuat jaringan bisnis baru, ini menjadi sebuah bukti bahwa pemanfaatan digital marketing meningkat pesat.

Sejauh mana pemanfaatan digital marketing pada masa pandemi? Beberapa hal berikut mungkin bisa menggambarkannya:

Konversi Bisnis

Dalam sebuah kasus, seorang Pengusaha yang memiliki kemampuan digital marketing bisa dengan mudah switching bisnis dari sebelumnya pebisnis transportasi menjadi pebisnis ekspor. Ini dikarenakan kemampuannya dalam mengolah pasar melalui internet memudahkannya untuk melakukan reinventing ide bisnis, yang bahkan melakukan digital marketing skala internasional.

Naiknya Jumlah Situs Web

Indonesia merupakan pengguna internet nomor 3 di Dunia di tahun 2020. Dimana pada tahun 2018 masih pada peringkat 6. Dan ini tentu juga memberikan gambaran tren peningkatan dalam penggunaan digital marketing.

Seperti yang dilansir oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), hingga Februari 2021 pengguna atau pembeli domain .id mencapai angka 500.000 pengguna, ini artinya ada peningkatan sampai dengan 61% dibandingkan tahun 2020.

Meningkatnya Jumlah Lapak Online

“Dalam tujuh bulan pertama di tahun ini, kami mencatat total pelapak dan mitra Bukalapak naik hingga lebih dari 3 juta,” kata President Bukalapak Teddy Oetomo kepada Katadata.co.id, Selasa (18/8/20).

Dari cuplikan data di atas, cukup menggambarkan bagaimana aktivitas digital meningkat drastis di masa kebiasaan baru ini. UMKM hingga pengusaha besar seperti memasuki orkestrasi megah yang menuntunnya masuk ke dalam pasar digital dan memanfaatkan digital marketing sebagai salah satu bentuk bertahan dalam kondisi pandemi.

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved

Mari Tertawa
Bahagia.

Ikuti Saya