“Hoki Te It, Pun Su Te Ji” Pepatah Legendaris Penuh Filosofi

Hoki Te It Pun Su Te Ji

Hoki te it, pun su te ji memiliki arti bahwa “keberuntungan nomor satu, kepandaian nomor dua”. Sebuah ungkapan pepatah legendaris dari suku Hokian, Tionghoa yang penuh filosofi.

Sudah tercecer bukti dimana keberuntungan mengalahkan kepandaian, maka menjadi sebuah perjuangan penting untuk mengejar keberuntungan tersebut. Mengapa harus dikejar? Karena keberuntungan tetap membutuhkan proses usaha agar bisa tercapai.

“Jangan harap kamu dapat lotre kalau kamu tidak pernah memasangnya”.

Ungkapan di atas menjadi salah satu penanda bahwa untuk mendapatkan keberuntungan perlu melakukan sesuatu, sesuatu yang bisa jadi banyak sekali. Ada minimal 6 syarat agar mendapatkan keberuntungan sesuai dengan pepatah Hoki Te It, Punsu Te Ji.

6 Cara Menggapai Hoki Te It alias Keberuntungan

Pepatah legendaris ini merupakan sebuah bentuk penyerapan sari-sari kehidupan yang sudah berjalan ribuan tahun, terbentuk dari hikmah dan manfaat kehidupan yang dilalui oleh orang-orang tua jaman dulu. Hingga menjadi intisari filosofi kehidupan.

Paling tidak ada 6 cara agar bisa menggapai keberuntungan hingga menjadi kesuksesan dalam kehidupan ini dan dengan kepandaian maka keberuntungan akan jauh lebih dekat:

1. Kerja Keras

Dengan kerja keras, keberuntungan bisa menjadi lebih deket. Karena orang yang bekerja keras akan bisa mencapai titik tertentu yang bisa jadi disitulah keberuntungannya berada. Kerja keras ini akan menjadi sangat berguna manakala didukung melalui kepandaian yang bisa mendorong pencapaian lebih cepat.

2. Rajin

Sangat sulit menemukan pemalas yang bisa beruntung, kalau pun ada pasti ada alasan yang mendasari lainnya. Karena pemalas yang sebenar-benarnya pemalas akan sulit sekali mendapatkan keberuntungan. Maka dari itu, mulailah menempa diri menjadi orang yang rajin, mengerjakan tugas sebaik mungkin.

Melalui kerja keras dan rajin, bagi karyawan yang bekerja maka perlahan akan naik gajinya dan bagi pengusaha yang awalnya penghasilan masih sedikit pun perlahan akan menjadi banyak melalui berbagai pintu rejekinya.

3. Jujur

Poin yang sangat penting, menjadi jujur tidaklah mudah. Mengatakan semua apa adanya merupakan pekerjaan yang sulit, apalagi di titik-titik tertentu yang membuat diri menjadi bimbang, misalnya: menemukan dompet seseorang dengan didalamnya terdapat uang banyak dan kita sedang membutuhkannya.

Namun kejujuran ini sangatlah penting, memastikan bahwa keberadaan orang lain bisa jadi lebih membutuhkan dari kita harus tetap dikedepankan karena dari sinilah pintu keberuntungan bisa mulai terbuka.

4. Hidup Sesuai Norma

Didalam masyarakat sudah tentu ada norma kehidupan yang harus diikuti, baik tertulis maupun tidak. Seperti juga aturan dalam sebuah kantor yang menuntut kita harus menjaga sopan santun dan perilaku baik kepada siapapun yang ada didalamnya.

5. Mudah Membantu

Permudah diri kita dengan membantu orang lain seringan diri kita menjalankan keinginan diri sendiri. Penting bagi pribadi sosial yang hidup dalam lingkup masyarakat menjadi ringan tangan serta memudahkan orang-orang yang memang membutuhkan.

6. Merawat Orang Tua

Apakah hormat dan merawat orang tua hanya untuk orang tua kandung kita semata? Tentu tidak. Orang-orang tua, siapapun mereka, sudah tentu telah melewati kehidupan yang panjang hingga tiba saatnya mereka untuk kita muliakan. Sebagai generasi penerus, menghormati dan merawat orang tua adalah sebuah kewajiban.

Salam Hoki.

One Response

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved

Mari Tertawa
Bahagia.

Ikuti Saya