Nasib Seniman di Masa Pandemi, Menyedihkan

Pelaku Seni

Masa pandemi datang, tidak ada satu pun yang menduga penyakit baru ini menyerang. Semua lini masyarakat sedunia kelabakan menghadapinya. Juga pemerintahan dari semua negara di dunia.

Hantaman wabah ini memporakporandakan ekonomi dari semua kegiatan. Dari mulai kegiatan ekonomi wisata, transportasi hingga pelaku seni alias seniman.

Pemerintah mencoba membantu dengan membuat program relaksasi kredit agar para pelaku usaha (UMKM) bisa menjadi ringan kondisinya, dikarenakan pandemi.

Namun bagaimana nasib seniman di masa pandemi ini?

Jual Alat Berkesenian

Seorang teman pelaku seni mengabarkan bahwa satu persatu alat berkeseniannya berpindah tangan, menjadi uang untuk makan. Hampir tak ada yang bisa dilakukannya.

Diusir dari Kontrakan

Karena tak ada lagi pendapatan yang bisa diandalkan untuk menyambung hidup, beberapa pelaku seni mulai merasakan akibatnya. Diusir dari kontrakan.

Bahkan ada yang terpaksa meninggalkan kontrakannya dan berpindah ke rumah atau tempat penampungan gratis yang disediakan oleh teman-temannya.

Dan masih banyak lagi cerita sedih karena ini.

Harapan Solusi

Pemerintah melalui dirjen kebudayaan Kementerian Pendidikan, berusaha membuka jalur berkarya agar para pelaku seni bisa kembali beraktivitas. Namun ini masih menjadi pertentangan.

Tidak sedikit yang menentang kegiatan seniman di luar ruang di masa pandemi ini, dan sungguh merepotkan kondisinya. Menjaga diri dari penyakit atau ekonomi?

Bilamana pemerintah lebih bisa memahami hingga ke dalam, semestinya para pelaku seni ini bisa dikaryakan untuk membuat konten tentang iklan masyarakat yang dibiayai oleh pemerintah.

Dengan begitu ada ekonomi yang mengalir ke seniman yang terdampak begitu dalam karena wabah ini.

Beberapa cerita mengenaskan tentang seniman bisa dibaca di sakseni.id

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved