Standarisasi Produk Pertanian, Pekerjaan Rumah Para Petani

Produk Standar Pisang Emas Kirana

Standarisasi produk pertanian, pada dasarnya sudah banyak ditentukan melalui berbagai kajian bahkan regulasi. Namun sepertinya, pengetahuan tentang standar produk ini belum banyak sampai ke para petani, sehingga produk pertanian masih belum bisa memenuhi kapasitas produksi serta kualitas produk.

Sistem pertanian selalu berkembang, namun sistem baku atau standar wajib menjadi patokan dalam bagaimana kita bertani atau budidaya pertanian. Salah satu sistem pertanian adalah pertanian organik yang sempat menjadi tren dalam pengembangan budidaya pertanian.

Saat ini, telah berkembang skema standar pertanian dalam berbudidaya sehingga menghasilkan produk serta produksi yang aman dikonsumsi, pengelolaan lingkungan dengan baik dan benar, jaminan kesejahteraan petani dan jaminan kualitas produk yang dapat ditelusuri yaitu Good Agriculture Practices (GAP).

Standarisasi Produk Pertanian

Standarisasi Produk Pertanian Sesuai Good Agriculture Practices

Secara ringkas, GAP dapat diartikan sebagai sistem sertifikasi produk pertanian yang bersifat berkelanjutan dan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, sehingga produk pertanian tersebut aman dikonsumsi, kesejahteraan pekerja diperhatikan, serta dapat memberi keuntungan bagi produsen (petani).

Sesuai dengan standar yang telah disusun oleh Food Agricultural Organization (FAO), terdapat 4 prinsip utama dalam sistem GAP, yaitu:

  1. Penghematan dan ketepatan produksi demi mempertahankan ketahanan dan keamanan pangan serta menghasilkan pangan bergizi,
  2. Berkelanjutan,
  3. Pemeliharaan kelangsungan usaha pertanian serta mendukung kehidupan berkelanjutan, dan
  4. Kelayakan dengan budaya dan kebutuhan suatu masyarakat.

Ada beberapa hal utama yang dikedepankan dalam membangun skema standar produksi dalam pertanian yang sesuai dengan Good Agriculture Practice, yakni:

A. Syarat Lahan untuk Budidaya 

Sebelum dilakukan penanaman, harus diperhatikan dulu jenis lahan, lokasi dan sebagainya untuk penanaman sesuai dengan standard yang telah ditentukan yaitu:

  • Lokasi kebun/lahan sesuai dengan RUTR/RDTRD dan peta wilayah komoditas
  • Lahan bebas dari cemaran limbah berbahaya dan beracun
  • Kemiringan lahan < 30% untuk komoditas sayur dan buah Riwayat Lokasi
  • Ada catatan riwayat penggunaan lahan
  • Pemetaan lahan: terdapat rotasi tanaman pada tanaman semusim dan tersedia peta penggunaan lahan
  • Kesuburan lahan: cukup baik, melakukan tindakan untuk mempertahankan kesuburan lahan
  • Penyiapan lahan: dilakukan dengan cara yang dapat memperbaiki atau memelihara struktur tanah, dapat menghindarkan erosi, pemberian bahan kimia untuk penyiapan lahan dan media tanam tidak mencemari lingkungan.
  • Media tanam: diketahui sumbernya, tidak mengandung cemaran bahan berbahaya dan beracun, kemiringan 30% perlu dilakukan tindakan koservasi
Produk Standarisasi Pertanian Semampir

B. Persiapan Lahan Tanaman Buah yang Baik

  • Persiapan lahan

Aspek agroklimat untuk tanaman buah diantaranya adalah ketinggian tempat 700 mdpl, curah hujan rata-rata 450 mm/bulan, jenis tanah coklat latosol, PH tanah 5,5-6, Kelembaban udara 50 – 80%, suhu udara 25 – 32⁰c.

  • Pengolahan lahan miring/juram

Jenis pengolahan tanahnya apakah OTM (Olah Tanah maksimum), OTK (Olah Tanah Konservasi) atau TOT (Tanpa Olah Tanah).

  • Penentuan jarak tanam

Jarak tanam terlalu rapat untuk tanaman buah akan menciptakan iklim mikro kurang cocok untuk tanaman, pertumbuhan kurang baik dan produktivitas rendah, sehingga diperlukan jarak tanam ideal. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman buah adalah 10 m x 10 m atau 8 m x 10 m. Untuk lahan seluas 1 ha yang menggunakan jarak tanam 10 m x 10 m maka diperlukan bibit 110 pohon, sedangkan jarak tanam 10 m x 8 m di perlukan bibit 137 pohon.

  • Pembuatan lubang tanam

Ukuran lubang tanam tanaman buah adalah panjang 50 cm, lebar 50 cm, dan dalamnya 50 cm. Dalam pembuatan lubang tanam, tanah bagian atas digali sedalam 30 cm sedangkan bagian dalam di gali sedalam 20 cm. Tanah bagian atas dan bagian dalam jangan dicampur misalnya bagian atas disimpan di kanan bagian dalam disimpan sebelah kiri. Lubang tanam disimpan 1 bulan agar terangin-angin supaya terjadi pengasaman zat-zat beracun.

  • Pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan anorganik terdaftar, dan pupuk organik telah mengalami dekomposisi dan layak digunakan. Penggunaan pupuk harus sesuai anjuran dan kotoran manusia tidak boleh digunakan. Pupuk harus disimpan pada tempat aman, kering terlindungi dan bersih.

C. Penanaman

Penanaman harus menggunakan benih dari varietas unggul dan bersertifikat. Label benih harus disimpan untuk memudahkan penelusuran apabila terjadi ketidak sesuaian pada saat budidaya dan apabila memberikan perlakukan benih dengan bahan kimia harus sesuai dengan anjuran.

Selanjutnya penanaman dilakukan pada awal musim hujan, dilakukan pagi hari pada pukul 06.00-09.00 agar bibit tidak mati akibat terkena suhu panas sinar matahari. Usahakan setiap area tanah diberi jerami atau media daun kering supaya tingkat kelembaban tanah tetap optimal. Biarkan penutup tersebut selama 2-3 bulan setelah itu baru bersikan.

Dengan metode serta standarisasi produk pertanian yang sesuai aturan berlaku, maka produk serta produksi bisa serta merta memiliki jaminan.

Diolah dari:

2 Responses

Leave a Reply

Terkait

Ini Nyambung Loh..

Silaturahmi sangat Berharga - Terima kasih

© 2020 All Rights Reserved

Mari Tertawa
Bahagia.

Ikuti Saya